Mengenal Gejala HIV Aids dan Pencegahannya



HIV dan AIDS, seringkali masyarakat kalau mendengar orang yang menderita HIV atau AIDS akan mengucilkan para penderitanya dari lingkungan social kita karena beranggapan bahwa penderita tersebut dapat menularkan penyakitnya jika kita selalu berdekatan dengan mereka. Hal ini sungguh sangat keliru dan tentunya memprihatinkan, mengingat orang dengan HIV AIDS (ODHA) adalah seseorang yang sangat membutuhkan orang lain dalam menjalankan hidupnya dan AIDS tidak dengan mudahnya menular melalui udara seperti halnya flu,namun ada cara-cara penularannya. Oleh karena itu dalam rangka menyambut hari HIV dan AIDS yang jatuh pada tanggal 1 Desember, pada tips kesehatan kali ini akan mengulas tentang gejala HIV AIDS dan pencegahannya. Ada baiknya kita mengenal dulu apa apakah HIV AIDS itu, sehingga kita dapat dengan mudah mengetahui hal-hal yang kita lakukan jika berhubungan langsung dengan para penderita.

HIV adalah kepanjangan dari Human Immunodeficiency Virus yaitu Virus yang menyebabkan turunnya dayatahan tubuh manusia. Virus ini menginfeksi limfosit manusia yang mengakibatkan lama kelamaan terjadi penurunan jumlahlimfosit manusia. Limfosit ini termasuk kelompok sel darah putih yang sangat berperan penting dalam tubuh manusia. AIDS kepenjangan dari Acquired Immunodeficiency Syndrome. Pada awalnya virus HIV akan masuk ke dalam tubuh manusia dan bertahan di dalam tubuh manusia sekitar 3 sampai 10 tahun, dan setelah jangka waktu itu bisa berkembang menjadi AIDS.

Orang yang terinfeksi HIV pada awalnya tidak menunjukan gejala secara jelas, Orang yang terinfeksi virus HIV mungkin tidak terlihat bahkan tidak merasa sakit. Namun pada orang dewasa apabila menderita gejala seperti Batuk kering atau flu yang tidak kunjung sembuh-sembuh, dan terinfeksi TB paru yang tidak sembuh sembuh setelah pengobatan (rentan bisa tertular HIV), diare, sariawan atau sakit tenggorokan yang tidak sembuh sembuh sampai bulanan,lemah, ruam pada kulit yang tidak sembuh-sembuh, pembengkakan kelenjar tidak sembuh-sembuh, berat badan yang terus turun harus diwaspadai dan sebaiknya dilakukan pemeriksaan screening untuk HIV, yaitu dengan pemeriksaan CD4. CD 4 adalah sebuah marker atau penanda yang berada di permukaan sel-sel darah putih manusia, terutama sel-sel limfosit. CD 4 pada orang dengan sistem kekebalan yang menurun menjadi sangat penting, karena berkurangnya nilai CD4 dalam tubuh manusia menunjukkan berkurangnya sel-sel darah putih atau limfosit yang seharusnya berperan dalam memerangi infeksi yang masuk ke tubuh manusia. Pada orang dengan sistem kekebalan yang baik, nilai CD4 berkisar antara 1400-1500.

Sedangkan pada orang dengan sistem kekebalan yang terganggu (misal pada orang yang terinfeksi HIV) nilai CD 4 semakin lama akan semakin menurun (bahkan pada beberapa kasus bisa sampai nol). HIV menjadi AIDS membutuhkan jangka waktu yang lama. HIV akan berkembang menjadi AIDS jika penderita tersebut menunjukkan tes HIV positif dengan strategi pemeriksaan yang sesuai dengan sekurang-kurangnya 2 gejala mayor dan 1 gejala minor, dan gejala ini bukan disebabkan oleh keadaan lain yang tidak berkaitan dengan infeksi HIV. Gejala mayornya adalah berat badan menurun lebih dari 10% dalam 1 bulan, diare kronis yang berlangsung lebih dari 1 bulan, demam berkepanjangan lebih dari 1 bulan, penurunan kesadaran dan gangguan neurologis, demensia/ HIV ensefalopati. Sedangkan gejala minornya adalah batuk menetap lebih dari 1 bulan, kelainan kulit (dermatitis generalisata),herpes zostermultisegmental dan herpes zoster berulang, kandidias orofaringeal, herpes simpleks kronis progresif, limfadenopati generalisata, infeksi jamur berulang pada alat kelamin wanita.

Penularan HIV cukup sulit, tidak seperti influenza yang menular melalui udara, namun penularannya melalui hubungan seksual .darah ,produk darah, jaringan dan organ (transfusi, transplantasi, penggunaan ulang jarum suntik,semprit, alat medik dan instrumen tusuk lainnya ), penularan dari ibu ke anak pada saat mengandung atau menyusui. Penularan melalui air liur,keringat, airmata tidak terbukti, sebab virus ini lemah jika berada di luar tubuh dan akan mati pada suhu 60 derajat.

Cara pencegahan HIV adalah mengindari semua kegiatan yang dapat mempertukarkan cairan yang berpotensi terinfeksi.Orang yang terkena HIV dapat melakukan rutinitas normal seperti biasanya, hanya saja dia akan merasa tubuh yang lemah akibat dari daya tahan tubuh nya tersebut. Faktor risiko penularan HIV adalah pekerja Seks (Wanita, Pria termasuk Waria dan Lelaki Suka Lelaki), berganti-ganti pasangan , riwayat Infeksi Menular Seksual (IMS), jenis pekerjaan yang beresiko tinggi, misalnya: orang yang karena pekerjaannya berpindah-pindah tempat (supir, pelaut), migran, tuna wisma, pekerja bar/salon, riwayat transfusi darah dan produk darah. Menghindari free sex juga merupakan salah satu langkah yang harus kita lakukan. Menjauh dari narkoba, karena saat mengkonsumsi narkoba para pencandu sering menggunakan jarum suntik non steril secara bergantian yang memudahkan penularan virus HIV.

Bagi tenaga kesehatan sebaiknya cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir sebelum dan sesudah mengambil darah, menggunakan sarung tangan disposable, hati-hati dalam menggunakan jarum. Jarum dan alat tajam yg telah dipakai langsung dibuang ke dalam wadah tahan tusukan tanpa menutupnya kembali / jika harus ditutup kembali (metode satu tangan). Jika ada percikan darah di meja / lantai bersihkan segera. Semoga informasi ini bermanfaat.

Baca Juga

Share this article :
 

Poskan Komentar

 
Copyright © 2012. Belajar Ngeblog Aja - All Rights Reserved
Home| Contact Us| Term of Service| Privacy Policy|
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger